Kendari – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan seluruh organisasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya dari Program Studi Sistem Informasi Kepegawaian, mengumumkan peluncuran program pemberdayaan kampus terpadu yang ambisius untuk tahun akademik 2026. Inisiatif komprehensif ini dirancang untuk meningkatkan kualitas kehidupan kampus, mengembangkan kompetensi mahasiswa, dan memperkuat nilai-nilai Muhammadiyah di lingkungan akademis.
Acara peluncuran dilaksanakan pada Jumat, 04 April 2026, bertempat di Auditorium Gedung Pusat Universitas Muhammadiyah Kendari. Kehadiran pejabat kampus, dosen pembimbing, dan ratusan mahasiswa menjadi bukti antusiasme komunitas akademis terhadap rangkaian program yang telah dirancang selama berbulan-bulan.
### Latar Belakang dan Visi Strategis
Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai institusi pendidikan tinggi swasta terkemuka di Sulawesi Tenggara, terus berkomitmen dalam menciptakan ekosistem akademis yang dinamis dan inklusif. Program Studi Sistem Informasi Kepegawaian, yang menjadi fokus utama kegiatan ini, merupakan salah satu program studi unggulan yang berkontribusi signifikan terhadap pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi informasi dan manajemen kepegawaian.
Menurut dokumentasi yang diperoleh, persiapan program pemberdayaan kampus ini dimulai sejak November 2025, melibatkan seluruh lapis organisasi mahasiswa mulai dari BEM, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), Organisasi Tingkat Fakultas (OTF), hingga unit-unit kegiatan mahasiswa lainnya. Kolaborasi lintas organisasi ini mencerminkan semangat gotong royong dan tanggung jawab bersama dalam membangun kampus yang lebih baik.
“Kami percaya bahwa mahasiswa bukan hanya penerima pendidikan, tetapi juga agen perubahan yang aktif dalam membangun kampus dan masyarakat,” ungkap Achmad Rifai, Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sesi pembukaan acara.
### Komponen Program Pemberdayaan Kampus
Program yang diluncurkan mencakup lima pilar utama yang saling terintegrasi. Pertama, Pilar Pengembangan Akademik dan Kompetensi mencakup serangkaian workshop, seminar, dan pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri. Khusus untuk Program Studi Sistem Informasi Kepegawaian, program ini menekankan penguasaan teknologi terkini dalam manajemen data kepegawaian dan sistem informasi terintegrasi.
“Kami akan menyelenggarakan minimal 12 workshop dalam semester ini, dengan topik mulai dari pengembangan aplikasi berbasis cloud, cybersecurity untuk data kepegawaian, hingga pemanfaatan artificial intelligence dalam manajemen sumber daya manusia,” jelas Siti Nurhaliza, Ketua HMPS Sistem Informasi Kepegawaian, dalam wawancara khusus.
Kedua, Pilar Pemberdayaan Finansial dan Kewirausahaan dirancang untuk mendorong mahasiswa mengembangkan jiwa entrepreneur dan literasi finansial. Program ini mencakup inkubasi bisnis mahasiswa, pelatihan financial planning, serta akses ke dana hibah startup yang disediakan melalui kerja sama dengan lembaga kemitraan eksternal.
Ketiga adalah Pilar Kesejahteraan dan Keseimbangan Hidup Kampus. Fokus pada kesehatan mental mahasiswa, program mentoring akademik, konseling karir, dan kegiatan rekreasi menjadi bagian integral dari pilar ini. Universitas Muhammadiyah Kendari mengalokasikan dana khusus untuk mendukung fasilitas kesejahteraan mahasiswa, termasuk renovasi ruang bersama dan peningkatan akses layanan kesehatan kampus.
Keempat, Pilar Keterlibatan Sosial dan Komitmen Nilai Muhammadiyah menekankan kontribusi mahasiswa dalam pembangunan masyarakat. Melalui program pengabdian masyarakat, mahasiswa akan terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, pendampingan usaha mikro kecil menengah (UMKM), dan program edukasi teknologi informasi bagi masyarakat luas.
“Nilai-nilai Muhammadiyah mengajarkan kami untuk berbagi dan memberikan dampak positif kepada masyarakat. Program ini adalah wujud nyata komitmen kami terhadap nilai-nilai tersebut,” tutur Rina Handayani, Wakil Ketua BEM bidang Kemasyarakatan.
Kelima, Pilar Pengelolaan Organisasi dan Kepemimpinan mencakup capacity building untuk para pengurus organisasi mahasiswa. Program ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan manajemen organisasi, kepemimpinan, serta transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan organisasi mahasiswa.
### Respons dan Dukungan Pejabat Kampus
Dr. Ir. Muhammad Hasan, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, memberikan sambutan penuh dukungan terhadap inisiatif BEM dan organisasi mahasiswa. Dalam sambutannya, Rektor menekankan pentingnya pengembangan holistik mahasiswa yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pengembangan kepribadian dan karakter.
“Saya sangat apresiasi terhadap semangat dan dedikasi BEM serta seluruh organisasi mahasiswa dalam merumuskan program-program ini. Universitas siap mendukung sepenuhnya melalui alokasi dana, fasilitasi, dan pembukaan akses terhadap berbagai sumber daya yang kami miliki,” kata Rektor Hasan dalam kesempatan tersebut.
Prof. Dr. Zainudin Muda, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan, menambahkan bahwa program pemberdayaan kampus ini sejalan dengan rencana strategis pengembangan universitas jangka panjang. Menurutnya, keterlibatan aktif mahasiswa dalam pengembangan kampus adalah faktor kunci untuk menciptakan ekosistem akademis yang sehat dan inovatif.
“Sistem Informasi Kepegawaian adalah program studi yang strategis mengingat kebutuhan pasar kerja terhadap profesional di bidang ini sangat tinggi. Program pemberdayaan ini akan memastikan lulusan kami tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang kuat, tetapi juga soft skill dan karakter yang unggul,” ungkap Wakil Rektor Muda.
Kepala Program Studi Sistem Informasi Kepegawaian, Dr. Bambang Setiawan, juga mengekspresikan dukungan penuhnya. Dalam pertemuan dengan para pemimpin organisasi mahasiswa, Dr. Setiawan menawarkan fasilitas laboratorium komputer dan pendampingan dosen untuk mendukung pelaksanaan berbagai program yang telah dirancang.
“Saya berharap program ini dapat memberikan nilai tambah yang signifikan bagi pengembangan mahasiswa. Dosen-dosen di program studi ini siap menjadi mentor dan pendamping dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan organisasi mahasiswa,” kata Dr. Setiawan.
### Jadwal Pelaksanaan dan Target Capaian
Berdasarkan roadmap yang dipresentasikan, program pemberdayaan kampus akan dilaksanakan secara bertahap sepanjang tahun akademik 2026. Semester pertama berfokus pada peluncuran dan konsolidasi program, sementara semester kedua akan menekankan evaluasi dan peningkatan berkelanjutan.
Target capaian yang telah ditetapkan oleh BEM cukup ambisius namun realistis. Setidaknya 80 persen mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Kepegawaian diharapkan mengikuti minimal satu kegiatan pemberdayaan. Untuk bidang kewirausahaan, ada target minimal 20 ide bisnis mahasiswa yang matang dan siap untuk diinkubasi.
“Kami juga menargetkan setiap mahasiswa mengalami peningkatan skill atau kompetensi yang terukur melalui program ini. Evaluasi akan dilakukan secara periodik dengan melibatkan feedback dari peserta kegiatan,” jelas Achmad Rifai dalam penjelasan lebih detail tentang mekanisme evaluasi.
### Dampak dan Harapan ke Depan
Peluncuran program pemberdayaan kampus ini diharapkan membawa dampak positif yang signifikan bagi berbagai stakeholder. Bagi mahasiswa, program ini akan membuka peluang pengembangan diri yang lebih luas, meningkatkan employability, dan memperkuat sense of belonging terhadap institusi pendidikan mereka.
Untuk kampus secara umum, inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan reputasi Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai institusi yang responsif terhadap kebutuhan dan aspirasi mahasiswanya. Dengan mahasiswa yang lebih terempowerment dan engaged, kampus akan menciptakan lingkungan akademis yang lebih dinamis dan kondusif.
Sementara itu, bagi masyarakat luas, program pemberdayaan ini akan terwujud dalam bentuk kontribusi nyata dari mahasiswa melalui berbagai kegiatan pengabdian masyarakat dan transfer teknologi. Khususnya untuk bidang Sistem Informasi Kepegawaian, masyarakat diharapkan dapat mendapatkan pendampingan dalam penerapan teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan kepegawaian pada institusi atau organisasi mereka.
### Tantangan dan Solusi
Dalam diskusi yang berlangsung setelah presentasi program, berbagai pertanyaan dan masukan disampaikan oleh peserta. Beberapa mahasiswa mengangkat kekhawatiran tentang keberlanjutan program mengingat keterbatasan sumber daya dan turnover kepemimpinan organisasi setiap tahunnya.
Merespons hal ini, Achmad Rifai mengungkapkan bahwa BEM telah menyiapkan dokumentasi terstruktur dan mekanisme knowledge transfer untuk memastikan kontinuitas program. Selain itu, kolaborasi dengan dosen pembimbing dan pihak manajemen kampus dijadikan sebagai supporting structure yang menjamin keberlanjutan program terlepas dari perubahan kepemimpinan organisasi.
“Kami tidak mengandalkan satu atau dua orang saja, tetapi membangun sistem dan kultur organisasi yang kuat sehingga program dapat terus berjalan dan berkembang dari tahun ke tahun,” terang Rifai.
### Penutup
Peluncuran program pemberdayaan kampus oleh BEM dan organisasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari pada 04 April 2026 menandai babak baru dalam komitmen institusi pendidikan ini terhadap pengembangan holistik mahasiswa. Dengan dukungan penuh dari pimpinan kampus, dosen, dan seluruh stakeholder, program ini memiliki potensi besar untuk menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan.
Program Studi Sistem Informasi Kepegawaian, khususnya, akan menjadi laboratorium pengembangan mahasiswa yang dinamis, tempat mahasiswa tidak hanya belajar teori dan praktik manajemen kepegawaian serta teknologi informasi, tetapi juga mengembangkan karakter, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial.
Diharapkan bahwa melalui inisiatif ini, Universitas Muhammadiyah Kendari dapat terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang mampu menghasilkan lulusan berkualitas tinggi yang siap menjadi pemimpin dan agen perubahan positif di tengah masyarakat. Selama momentum ini terus dijaga dan didukung oleh semua pihak, masa depan yang lebih cerah bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya dari Program Studi Sistem Informasi Kepegawaian, sudah di depan mata.
—
Penulis: Redaksi Berita Kampus
Tanggal Publikasi: 04 April 2026
Lokasi: Kendari, Sulawesi Tenggara