KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Program Studi Sistem Informasi Kepegawaian resmi meluncurkan inisiatif akademik terbaru berupa Program Magang Terintegrasi pada Rabu, 16 April 2026. Kegiatan yang diselenggarakan di Auditorium Utama Kampus Kendari ini menandai komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri modern dan peningkatan keterampilan praktis mahasiswa.
Program Magang Terintegrasi merupakan kolaborasi strategis antara Universitas Muhammadiyah Kendari dengan berbagai instansi pemerintah, perusahaan swasta, dan organisasi di bidang manajemen sumber daya manusia. Melalui program ini, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Kepegawaian akan mendapatkan kesempatan magang selama tiga hingga enam bulan di perusahaan-perusahaan terkemuka dengan fokus penerapan sistem informasi kepegawaian modern.
Ketua Program Studi Sistem Informasi Kepegawaian, Dr. Budi Hartono, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa peluncuran program ini merupakan hasil dari evaluasi mendalam terhadap kurikulum yang telah diterapkan selama lima tahun terakhir. “Kami melihat bahwa mahasiswa memiliki pemahaman teori yang kuat, tetapi masih membutuhkan pengalaman praktis yang lebih intensif dalam menghadapi tantangan dunia kerja nyata. Program Magang Terintegrasi dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik,” ujar Dr. Budi dalam sambutan pembukaan acara.
Lebih lanjut, Ketua Program Studi menerangkan bahwa setiap mahasiswa akan ditempatkan di mitra industri yang telah dipilih secara selektif berdasarkan kualitas pengelolaan sistem informasi kepegawaian mereka. “Kami telah menjalin kerjasama dengan lebih dari 20 perusahaan dan institusi, mulai dari perusahaan multinasional, perusahaan lokal yang berkembang pesat, hingga lembaga pemerintah yang menggunakan teknologi kepegawaian terkini,” tambah Dr. Budi.
Program ini dirancang dengan struktur yang komprehensif dan terukur. Mahasiswa yang mengikuti magang akan mendapatkan bimbingan dari dua pembimbing sekaligus: seorang dosen pembimbing dari universitas dan seorang supervisor dari institusi tempat magang. Setiap dua minggu, mahasiswa akan melaporkan perkembangan mereka dan mendiskusikan tantangan yang dihadapi dalam pertemuan koordinasi yang melibatkan ketiga pihak.
Salah satu komponen penting dalam Program Magang Terintegrasi adalah adanya mata kuliah pendamping yang diberikan secara paralel selama periode magang. Mahasiswa akan mengambil mata kuliah “Seminar Magang” yang membahas studi kasus dari pengalaman lapangan mereka. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya bersifat praktis tetapi juga tetap mempertahankan rigor akademis.
“Kami percaya bahwa kombinasi antara pengalaman praktis dan refleksi akademis akan menghasilkan lulusan yang tidak hanya terampil secara teknis tetapi juga mampu berpikir kritis dan strategis dalam menghadapi permasalahan kepegawaian di organisasi,” kata Dr. Budi Hartono.
Dalam acara peluncuran program tersebut, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Sutrisno, M.Pd., menekankan pentingnya kolaborasi antara akademik dan industri. Prof. Sutrisno menyampaikan bahwa Program Magang Terintegrasi sejalan dengan visi universitas untuk menjadi institusi pendidikan yang menghasilkan lulusan berkualitas tinggi dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
“Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk terus berinovasi dalam pengembangan kurikulum dan metode pembelajaran. Program Magang Terintegrasi adalah bukti nyata dari komitmen kami tersebut. Kami berharap bahwa dengan program ini, mahasiswa kami dapat memiliki pengalaman berharga dan koneksi profesional yang akan membuka peluang karir yang lebih luas,” ujar Prof. Sutrisno dalam kesempatan yang sama.
Respons positif juga datang dari para mitra industri yang telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Program Studi Sistem Informasi Kepegawaian. Salah satunya adalah PT Maju Sejahtera Indonesia, perusahaan konsultan manajemen yang berbasis di Kendari. Kepala Divisi Sumber Daya Manusia PT Maju Sejahtera Indonesia, Ir. Siti Nurhaliza, M.Si., menyatakan antusiasme perusahaannya dalam menerima mahasiswa magang.
“Kami melihat program ini sebagai kesempatan untuk memberikan kontribusi kepada pengembangan talenta muda di bidang sistem informasi kepegawaian. Sekaligus, kami dapat mengidentifikasi calon karyawan potensial yang memahami industri dan memiliki komitmen tinggi terhadap profesi ini. Pengalaman magang di perusahaan kami akan memberikan wawasan praktis tentang implementasi sistem informasi kepegawaian dalam organisasi yang kompleks dan multi-divisi,” jelas Ir. Siti.
Selain itu, Kepala Bagian Manajemen SDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr. Eka Prasetya, S.Sos., M.A., juga mengapresiasi inisiatif universitas tersebut. Pemerintah Provinsi turut menjadi salah satu mitra yang membuka kesempatan magang bagi mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Kepegawaian.
“Lembaga pemerintah saat ini sedang melakukan transformasi digital dalam pengelolaan kepegawaian. Kami membutuhkan talenta muda yang memahami teknologi dan sekaligus memahami konteks organisasi publik. Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Kendari yang magang di instansi kami akan terlibat langsung dalam proyek modernisasi sistem kepegawaian dan dapat berkontribusi dengan ide-ide segar dari perspektif akademis,” kata Dr. Eka Prasetya.
Dampak positif dari Program Magang Terintegrasi diperkirakan akan dirasakan tidak hanya oleh mahasiswa tetapi juga oleh seluruh ekosistem akademik Universitas Muhammadiyah Kendari. Pertama, program ini akan meningkatkan relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri. Data dan feedback dari mahasiswa selama magang akan menjadi masukan berharga untuk pengembangan kurikulum ke depan.
Kedua, program ini akan memperkuat hubungan antara universitas dan industri, membuka peluang kolaborasi penelitian, pengembangan kasus studi, dan bahkan perekrutan lulusan terbaik. Ketiga, program ini akan meningkatkan kepercayaan industri terhadap kualitas lulusan Program Studi Sistem Informasi Kepegawaian, yang pada akhirnya akan meningkatkan employability rate lulusan program studi tersebut.
Kepala Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3) Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Ahmad Wijaya, S.Pd., M.Pd., menambahkan bahwa Program Magang Terintegrasi juga sejalan dengan upaya universitas dalam implementasi kurikulum berbasis kompetensi. “Kurikulum modern harus mampu mengembangkan hard skills dan soft skills secara seimbang. Program magang ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kedua aspek tersebut dalam lingkungan kerja yang real, sehingga mereka tidak hanya belajar tentang teori kepegawaian tetapi juga tentang komunikasi, teamwork, problem-solving, dan profesionalisme,” ujarnya.
Dalam rangkaian acara peluncuran, juga dipresentasikan testimoni dari dua mahasiswa yang sebelumnya telah melakukan magang informal di industri. Mahasiswa tingkat akhir Sistem Informasi Kepegawaian bernama Fadil Rahman berbagi pengalamannya magang di sebuah perusahaan manufaktur. “Magang memberikan saya pengalaman yang sangat berbeda dari belajar di kampus. Saya langsung melihat bagaimana sistem informasi kepegawaian diimplementasikan, menghadapi masalah data integrity, dan berkomunikasi dengan berbagai stakeholder. Program Magang Terintegrasi yang formal ini akan memberikan struktur dan dukungan akademis yang lebih baik untuk pembelajaran praktis kami,” kata Fadil.
Sementara itu, mahasiswa lainnya bernama Nurul Azizah menambahkan perspektif mengenai pengembangan karir. “Selama magang, saya membangun network dan menunjukkan kemampuan saya kepada praktisi industri. Dengan Program Magang Terintegrasi yang terstruktur, saya yakin akan ada lebih banyak mahasiswa yang dapat merasakan manfaat serupa dan bahkan memiliki peluang yang lebih besar untuk ditarik bekerja di perusahaan tempat magang mereka,” katanya.
Mekanisme seleksi mahasiswa untuk Program Magang Terintegrasi juga dirancang dengan ketat. Mahasiswa harus telah menyelesaikan minimal 110 SKS dan memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75. Selain itu, mahasiswa juga akan melalui proses rekrutmen yang melibatkan interview dengan calon pembimbing dari institusi tempat magang. Universitas juga memberikan pelatihan soft skills dan persiapan magang selama dua minggu sebelum mahasiswa memulai penempatan di institusi mitra.
“Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa yang dikirim ke industri sudah memiliki kesiapan yang memadai. Pelatihan pra-magang mencakup business etiquette, komunikasi profesional, problem-solving, dan pengenalan mendalam tentang perusahaan tempat magang mereka,” jelas Dr. Budi Hartono.
Program Magang Terintegrasi direncanakan akan dimulai secara resmi pada bulan Mei 2026 dengan jumlah mahasiswa peserta sebanyak 25 orang dari berbagai angkatan. Ke depannya, universitas merencanakan untuk memperluas program ini mencakup seluruh mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Kepegawaian sebagai bagian dari kurikulum wajib.
Dengan diluncurkannya Program Magang Terintegrasi ini, Universitas Muhammadiyah Kendari kembali menunjukkan dedikasinya terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan relevansi akademis. Program ini diharapkan menjadi model pembelajaran yang dapat ditiru oleh program studi lainnya di universitas yang sama, sekaligus menjadi referensi bagi institusi pendidikan lain di kawasan Sulawesi Tenggara dalam mengembangkan pembelajaran berbasis praktik industri.