KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Program Studi Sistem Informasi Kepegawaian, resmi meluncurkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) terintegrasi pada Rabu, 10 April 2026. Inisiatif strategis ini menandai komitmen kampus dalam menghadirkan solusi teknologi informasi yang berkelanjutan untuk pemberdayaan komunitas lokal di Kendari dan sekitarnya.
Program yang melibatkan lebih dari 120 mahasiswa Sistem Informasi Kepegawaian ini dirancang khusus untuk menggabungkan teori akademis dengan praktik lapangan dalam mengoptimalkan manajemen sumber daya manusia melalui pendekatan digital. Mahasiswa akan terjun langsung ke berbagai instansi pemerintah, organisasi nonprofit, dan perusahaan swasta di Kendari untuk mengimplementasikan sistem informasi kepegawaian yang efisien dan berkelanjutan.
Latar Belakang dan Visi Program
Dalam era transformasi digital yang semakin pesat, Universitas Muhammadiyah Kendari menyadari urgensi untuk mempersiapkan mahasiswa tidak hanya sebagai teoritis, tetapi juga praktisi yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan industri. Program Studi Sistem Informasi Kepegawaian, yang merupakan salah satu program unggulan kampus, memiliki tanggung jawab khusus untuk menghasilkan lulusan yang mampu mengatasi kompleksitas manajemen sumber daya manusia modern.
“Kami percaya bahwa pendidikan tinggi harus lebih dari sekadar transfer pengetahuan di dalam kelas,” ujar Dr. Ir. Muhammad Ridwan, S.T., M.T., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutannya pada acara peluncuran program. “KKN dan PKM terintegrasi ini adalah manifestasi nyata dari komitmen kami untuk menciptakan sinergi antara kampus, masyarakat, dan dunia kerja. Mahasiswa kami akan menjadi agen perubahan yang membawa inovasi teknologi kepada institusi-institusi di Kendari.”
Visi program ini sejalan dengan misi Muhammadiyah sebagai organisasi yang mengutamakan pemberdayaan masyarakat. Melalui Program Studi Sistem Informasi Kepegawaian, kampus ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa memahami bahwa teknologi bukan hanya alat, melainkan medium untuk meningkatkan kualitas hidup dan efisiensi operasional di berbagai sektor.
Struktur dan Mekanisme Program
Program KKN dan PKM terintegrasi ini dibagi menjadi beberapa fase yang terstruktur dengan baik. Fase pertama adalah persiapan intensif yang meliputi workshop tentang tren teknologi kepegawaian terkini, metodologi riset lapangan, serta pelatihan soft skills yang esensial untuk berinteraksi dengan mitra kerja.
“Kami tidak ingin mahasiswa kami datang ke lapangan tanpa persiapan yang matang,” jelas Ir. Siti Nurhaliza, M.Kom., Ketua Program Studi Sistem Informasi Kepegawaian. “Selama tiga minggu persiapan, mahasiswa akan mempelajari berbagai platform manajemen sumber daya manusia, pemahaman mendalam tentang regulasi ketenagakerjaan di Indonesia, dan cara berkomunikasi yang efektif dengan berbagai stakeholder.”
Fase kedua adalah penempatan lapangan selama enam minggu. Mahasiswa akan ditempatkan secara berkelompok di mitra-mitra yang telah ditentukan sebelumnya. Penempatan ini mencakup berbagai institusi seperti Dinas Pemerintahan Provinsi Sulawesi Tenggara, Pemerintah Kota Kendari, Rumah Sakit Umum Daerah Kendari, beberapa perusahaan swasta di bidang energi dan logistik, serta organisasi masyarakat sipil.
Fase ketiga melibatkan pembimbingan berkelanjutan dari dosen pembimbing lapangan serta mentor dari institusi mitra. Setiap mahasiswa atau kelompok mahasiswa akan memiliki target spesifik yang telah disepakati bersama antara program studi, mahasiswa, dan institusi mitra.
Fase terakhir adalah evaluasi dan diseminasi hasil. Mahasiswa akan membuat laporan komprehensif tentang pengalaman mereka, sistem yang telah dikembangkan atau dioptimalkan, serta rekomendasi untuk keberlanjutan program. Hasil-hasil terbaik akan dipresentasikan dalam seminar akademik dan diseminasi kepada publik melalui berbagai media.
Implementasi dan Target Pencapaian
Direktur Pengabdian Masyarakat dan KKN Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. H. Akhyar Rahman, S.E., M.M., mengungkapkan bahwa program ini memiliki target pencapaian yang sangat konkret dan terukur.
“Kami menargetkan minimal 80 persen mahasiswa berhasil mengimplementasikan sistem informasi kepegawaian yang fungsional di mitra mereka,” kata Akhyar Rahman dalam wawancara eksklusif. “Lebih dari itu, kami ingin setiap mahasiswa pulang dengan pemahaman yang mendalam tentang tantangan nyata dalam pengelolaan sumber daya manusia, sehingga mereka tidak hanya menjadi lulusan yang siap kerja, tetapi juga menjadi pemimpin yang humanis dan berkontribusi pada pembangunan Kendari.”
Sistem informasi kepegawaian yang akan dikembangkan mahasiswa mencakup berbagai modul, mulai dari perekrutan, manajemen data pegawai, perhitungan gaji, penilaian kinerja, hingga pelaporan kepegawaian yang terintegrasi. Teknologi yang digunakan meliputi web development, database management, dan business intelligence tools yang sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan setiap institusi mitra.
Salah satu inovasi menarik adalah pengembangan sistem informasi kepegawaian berbasis cloud computing yang dapat diakses secara aman dan efisien oleh institusi pemerintahan daerah. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan pegawai negeri sipil di Kendari.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Dampak yang diharapkan dari program ini tidak hanya terasa pada level akademis, tetapi juga pada level sosial dan ekonomi masyarakat Kendari yang lebih luas. Pertama, program ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas institusi lokal dalam mengelola sumber daya manusia secara lebih efisien dan profesional.
“Banyak institusi lokal yang masih menggunakan sistem manajemen kepegawaian yang manual atau bahkan semi-otomatis,” ungkap Eko Prasetyo, S.Kom., M.T., salah satu dosen pembimbing lapangan. “Dengan keterlibatan mahasiswa kami, diharapkan institusi-institusi ini dapat bertransformasi secara digital. Ini akan menghemat waktu, mengurangi kesalahan administratif, dan meningkatkan kepuasan kerja pegawai karena proses yang lebih transparan dan adil.”
Dampak ekonomi juga signifikan. Mahasiswa yang terlibat dalam program ini akan memperoleh pengalaman kerja yang berharga, memperluas jaringan profesional, dan meningkatkan employability mereka di pasar kerja. Beberapa mahasiswa bahkan diharapkan dapat langsung ditawarkan pekerjaan oleh institusi mitra setelah selesai program.
Lebih jauh lagi, program ini juga memberikan dampak pada pengembangan ekonomi lokal. Dengan meningkatnya efisiensi operasional di berbagai sektor, akan tercipta peluang-peluang bisnis baru, terutama dalam industri teknologi informasi lokal. Kampus juga berkomitmen untuk membina startup lokal yang berfokus pada pengembangan solusi kepegawaian.
Testimoni Mahasiswa dan Mitra
Meskipun baru diluncurkan, antusiasme mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Kepegawaian sangat tinggi. Rahmad Hidayat, mahasiswa semester enam yang akan ditempatkan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kendari, mengekspresikan kegembiraan dan sekaligus tanggung jawabnya.
“Saya sangat excited untuk bisa terjun langsung dan berkontribusi nyata untuk institusi di Kendari,” kata Rahmad. “Semua teori yang saya pelajari selama ini sekarang akan saya aplikasikan. Saya berharap sistem yang kami kembangkan bisa benar-benar membantu Dinas dalam meningkatkan layanan mereka kepada masyarakat.”
Dari pihak institusi mitra, sambutan juga sangat positif. Budi Santoso, Kepala Bidang Administrasi Kepegawaian Pemerintah Kota Kendari, mengapresiasi keterlibatan kampus dalam transformasi digital di tingkat pemerintahan lokal.
“Kami sangat terbantu dengan inisiatif ini,” kata Budi Santoso. “Tenaga kerja profesional dari kampus membawa perspektif baru dan energi muda yang konstruktif. Kami percaya bahwa kerjasama ini akan menjadi jembatan yang kuat antara akademis dan dunia kerja praktis.”
Rumah Sakit Umum Daerah Kendari juga menunjukkan antusiasme serupa. Ns. Dewi Lestari, Direktur Sumber Daya Manusia RSUD Kendari, menekankan pentingnya optimisasi sistem kepegawaian di sektor kesehatan.
“Manajemen sumber daya manusia yang baik adalah fondasi dari pelayanan kesehatan yang berkualitas,” ujar Dewi Lestari. “Dengan dukungan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Kendari, kami dapat mengintegrasikan sistem kepegawaian kami dengan manajemen jadwal kerja yang lebih efisien. Ini akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan kepada pasien.”
Keberlanjutan dan Ekspansi Program
Universitas Muhammadiyah Kendari telah merencanakan strategi keberlanjutan yang komprehensif untuk program ini. Salah satu keputusan penting adalah membentuk Pusat Inovasi Manajemen Sumber Daya Manusia (PI-MSDM) yang akan menjadi hub untuk penelitian, pengembangan, dan konsultasi berkelanjutan tentang transformasi digital kepegawaian.
“Pusat inovasi ini akan menjadi tempat di mana mahasiswa, dosen, dan praktisi dari berbagai industri bisa berkolaborasi untuk terus mengembangkan solusi-solusi kepegawaian yang inovatif dan sesuai dengan konteks lokal Kendari,” jelas Rektor Ridwan dalam kesempatan lain.
Rencana ekspansi program juga mencakup kolaborasi dengan universitas lain di Indonesia dan bahkan di tingkat regional Asia Tenggara. Kampus juga berkomitmen untuk menerbitkan hasil-hasil penelitian dan pengembangan sistem kepegawaian dalam jurnal-jurnal akademis terkemuka, sehingga kontribusi Kendari dalam inovasi teknologi kepegawaian dapat diakui secara nasional dan internasional.
Pendanaan program ini bersumber dari berbagai sumber, termasuk anggaran universitas, kontribusi dari institusi mitra, serta hibah dari kementerian dan lembaga internasional yang fokus pada pengembangan infrastruktur digital.
Penutup
Program KKN dan Pengabdian Kepada Masyarakat terintegrasi yang diluncurkan oleh Universitas Muhammadiyah Kendari pada 10 April 2026 ini merepresentasikan visi kampus untuk menjadi agen transformasi digital di Sulawesi Tenggara. Dengan melibatkan 120 mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Kepegawaian, kampus tidak hanya memberikan pengalaman pembelajaran yang bermakna bagi mahasiswanya, tetapi juga berkontribusi langsung pada peningkatan kapasitas institusi lokal.
Melalui program ini, Universitas Muhammadiyah Kendari mengukuhkan posisinya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan pasar kerja. Semangat Muhammadiyah untuk “amar ma’ruf nahi munkar” (menyuruh kebaikan dan melarang kemungkaran) terwujud dalam bentuk konkret melalui pemberdayaan masyarakat via inovasi teknologi.
Ke depannya, program ini diharapkan dapat menjadi model bagi program studi lain di universitas, bahkan di universitas lain di Indonesia, dalam mendesain KKN dan PKM yang relevan, berdampak, dan berkelanjutan. Dengan momentum yang positif ini, Kendari dan Sulawesi Tenggara secara umum berpeluang untuk menjadi pusat inovasi teknologi kepegawaian yang menginspirasi.
—
Ditulis oleh Tim Jurnalistik Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari
Kendari, 10 April 2026